Select Page

SKINENTHUSIAS: THEY SEE ME ROLLIN, ’THEY HATIN’

SKINENTHUSIAS: THEY SEE ME ROLLIN, ’THEY HATIN’

Berbicara modifikasi memang bukanlah hal yang bersifat absolut, namun dapatkah Anda menghitung berapa banyak orang yang secara otentik sudah melakukan modifikasi dengan benar?

Skinenthusias – Yap, Anda bisa saja memasang semua komponen, atribut, bahkan aftermarketparts orisinil sebanyak mungkin, namun apakah hal tersebut sudah pasti benar? Tentu saja tidak. Harus diakui bahwa masih banyak sekali yang menaruh segi estetika sebagai prioritas utama pada mobilnya. Seiring berlakunya hal tersebut sebagai kebutuhan modifikasi secara primer, mereka kerap kali lupa akan fungsi utama dari barang-barang yang telah diaplikasikan pada mobil kesayangan.

Toyota-Crown-Athlete-2005-WahyuAndhika-INSIDE-5
Namun kehadiran Adit ‘Kodok’ yang ditemani sebuah Toyota Crown Athlete 2005-nya di edisi soundandmachine.com kali ini sengaja untuk menjawab kerancuan yang ada. Bahwa ada beberapa kriteria dan kategori untuk menjadi sebuah kendaraan yang layak mendapat predikat ‘Japanese V.I.P’ bahkan sejak saat diproduksinya mobil itu sendiri untuk pertama kali. “Gue suka mobil yang jarang kelihatan cruising di jalanan. Menurut gue itu sebuah poin plus tersendiri dengan asumsi gue paling beda sendiri di jalan kalau sehari-hari nyetir ini mobil” buka Adit.

Toyota-Crown-Athlete-2005-WahyuAndhika-INSIDE-6
Ia pun mengkonfirmasi dengan posisi mobil yang serendah ini, dahulu dirinya masih menggunakan suspensi konvensional atau yang populer dengan sebutan ‘statik’ tanpa bantuan air suspension. Namun seiring waktu berlalu, Adit Kodok melakukan instalasi air suspension dan melakukan radius adjustment agar body-kit dapat terpasang dengan rapih dan fungsional. Crown Athlete hitam ini pun masih menjadi mobil harian untuk menemaninya beraktivitas kemanapun dan kapanpun dirinya pergi. “Tadinya gue sempet pake sedan eropa, yah elegan memang. Tapi seperti gue bilang bahwa gue suka sesuatu yang beda, makanya gue beralih ke Crown Athlete ini. Dan sampai sekarang, gue bergabung dengan perkumpulan V.I.P Car Indonesia yang bersedia menampung saran anggotanya dan bertukar pikiran seputar mobil-mobil V.I.P” jelasnya.

Toyota-Crown-Athlete-2005-WahyuAndhika-INSIDE-4
Berdasarkan opininya dan fakta yang ada, memang kata ‘V.I.P’ sendiri memiliki makna yang luas, karena tidak hanya sebatas modifikasi dan mobil saja, namun kriteria dan kategori yang telah kami sebutkan di awal artikel ini patut dijadikan konsiderasi para penyandang predikat ‘V.I.P’ sendiri. “Dari pengalaman selama ini sih V.I.P sendiri terbagi-bagi jadi beberapa kategori, misalnya mobil-mobil yang punya basis sedan biasa yang modifikasinya mengarah ke V.I.P ya namanya V.I.P Style. Tapi kalau udah ngomongin pure V.I.P dari bawaan lahir ya kayak full-size saloon yang minimal kapasitas mesin 3.0litre, rata-rata RWDlayout, kelas premium, dan biasanya fitur-fitur ekslusif ada di variannya kayak seat heater dll” jelas Adit ‘Kodok’.

Toyota-Crown-Athlete-2005-WahyuAndhika-INSIDE-2
Tidak hanya pengetahuan tentang V.I.P-nya saja yang fasih, Adit Kodok juga mengimplementasikan ilmu tersebut dengan modifikasi di beberapa sektor Toyota Crown Athlete ini. Mulai dari side skirt dari merk aimgain yang dikombinasikan dengan sentuhan custom di bemper depan& belakang yang memang tidak lazim dijumpai pada mobil bertema selain V.I.P. Adit juga menambahkan beberapa aksen custom lewat idenya sendiri. “kayak misalnya side skirt-nya yang pasti lurus memanjang dari atas ke bawah, rasanya sedikit monoton. Maka dari itu sedikit saya custom sesuai selera saya, lagipula custom itu lebih merepresentasikan hasil karya seni atau ide-ide kita pribadi” imbuhnya. Roof spoiler dan ducktail dari Silk Blaze pun ikut memperkuat estetika dan karakter V.I.P mobil ini, “saya juga masih menyimpan majalah dan instruksi manual cara memasangnya kok” tukas Adit seraya menunjukkan majalah asli dan instruksi manual Silk Blaze pada tim soundandmachine.com.

Toyota-Crown-Athlete-2005-WahyuAndhika-INSIDE-8
“grille di depan itu juga original part dari Toyota Jepang, dimana mereka membuat 3 jenis varian berbeda motif untuk generasi Crown ini” jelas Adit. “kalau jenis material kulit yang dipakai buat melapisi pilar samping ini saya kurang hafal detailnya, tapi yang jelas kalau habis kena air, di lap sekali saja langsung kering tanpa jejak” sambungnya. Untuk sektor kabin, Adit tidak mau merubah tema V.I.P nya menjadi melenceng jauh, oleh karena itu interior standard yang sudah terkesan mewah tetap dipertahankan sisi originalitasnya.

Toyota-Crown-Athlete-2005-WahyuAndhika-INSIDE-3
Beralih ke bagian kaki-kaki dimana salah satu pusat perhatian yang mendominasi Japanese V.I.P sendiri adalah satu set DPE Forging Wheels yang memberikan kesan fitment sempurna terhadap generasi Crown yang pertama kali hadir dengan konfigurasi piston jenis V ini. “kenapa harus repot kalau bisa simpel, untuk bagian suspensi sendiri gue pakai per dan shockbreaker Eibach. Hanya saja bagian ‘mangkuk’ shockbreaker sedikit gue custom agar bisa ninggiin dan ceperin mobil dengan sistem ‘plug n play’ jadi nggak perlu pakai potong per sana sini segala” bebernya. “oiya, bagian upper arm sendiri gue aplikasiin dari merk Drift Works, soalnya kalau pakai punya standardnya pas gue coba ternyata mentok” imbuh Adit.

Toyota-Crown-Athlete-2005-WahyuAndhika-INSIDE-9
Merk upper arm tersebut seperti mengisyaratkan sesuatu, sesuatu yang tidak lazim dikorelasikan dengan kendaraan Japanese V.I.P. “sebenarnya ini mobil tadinya mau gue buat drifting. Mulai dari cylinder head, piston, dan crankshaft mobil ini udah pakai TRD. Tapi niat itu gue urungkan berhubung memang udah ada mobil penggantinya”. Memang benar, mesin 2GR-FSE berkonfigurasi V6 yang ada dibalik kap mesin full-size premium saloon ini tidak dibiarkan dalam kondisi standard manufaktur. Bahkan bagian E.C.U nya pun sudah mengaplikasikan standalone EMS merk Motec M800 yang biasanya digunakan untuk berkompetisi dan berfungsi mengatur kinerja mesin dan mengirim sinyal-sinyal lewat sensor. Sistem pembuangan CO2 pun disempurnakan demi lancarnya gas sisa dari ruang bakar dengan merk Fujitsubo berdiameter 3 inci. Hanya saja Adit ‘Kodok’ berusaha menutup mesin dengan cover aslinya agar tetap terlihat elegan. “Saya ingin tetap eksis di dunia modifikasi penampilan hingga motorsport, memang ini satu-satunya hobi saya yang sudah saya tekuni sejak lama” tutup Adit ‘Kodok’ yang rupanya juga seorang pembalap. Well, godspeed on every step you take, mate. – Soundandmachine.com

Toyota-Crown-Athlete-2005-WahyuAndhika-INSIDE
Spesifikasi:
Exterior : – Custom Front bumper Job Design by Rudi Motor – Original sideskirts by Aimgain – Custom Rear bumper Aimgain by Akasia motor – Original Silkblaze Ducktail and roof spoiler – Radius Fender 19 Cm front + Custom Fender Vent by Akasia motor – Radius rear fender + Door 19 Cm by Akasia motor – Originally Tom’s aero grills – Custom Leather pillars
Interior : – Retrim Original leather car seat – Dildo bubble shiftknob – Wood panel trunk by Akasia Motor – Viair tank By Akasia Motor – Viair Comperessor by Akasia Motor – Viair Psi tacho By Akasia motor – Original Universal air button 4ch By Akasia Motor
Engine : – 2GR Blueprint engine ( all internal engine ) – Stainless steel fujitsubo full exhaust Piping 2.5 inch – 4 muffler tip remus ( all work )
Undercarriege : – Universail air suspension 4ch by Akasia Motor – Viair Compressor by Akasia Motor – upper arm driftworks – Custom front and rear camber By Uban Jaya Motor – R20 DPE Forging Wheels width 10.5 – 11.5 , Offset -15 – -30

Thank’s to: God, Family, Autofahren, VIP Car Indonesia , Uban Jaya motor, Maze Total Protection , Alpha Omega Painting, Utama Jaya Shock , and everyone else who helped me, modified my car, and also give me useful advice.

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *