Select Page

TAHU CARANYA – TRANSMISI OTOMATIS AMAN BUAT ‘NGEBUT’

TAHU CARANYA – TRANSMISI OTOMATIS AMAN BUAT ‘NGEBUT’

Tips Modifikasi – Dalam tata cara perawatannya antara mobil bertransmisi otomatis dan manual pasti memiliki perbedaan, berangkat dari hal tersebut sudah tentu tata cara modifikasi mesinnya pun ada perbedaan untuk mendapatkan hasil yang optimal sekaligus tetap aman bagi sistem transmisi dan mesin secara keseluruhan.

SpeedLoverz-Gathering_15
“Jika kita tidak melakukan upgrade dibagian transmisi otomatis setelah tenaga mesin meningkat, maka akan terjadi slip kopling, dimana tenaga yang ada dimesin tidak maksimal tersalurkan ke roda, akhirnya mesin akan bekerja berat dan jika tetap dipaksakan maka akan mengakibatkan kerusakan pada mesin secara keseluruhan,” ungkap Sonny, punggawa sekaligus mekanik dari bengkel CPNK Motorsport.
Berikut beberapa tahapan ideal untuk melakukan upgrade pada sistem transmisi otomatis sesuai dengan stage modifikasi mesinnya agar terhindar dari kerusakan mesin yang fatal :

1.Pakai Oli Transmisi Full Sintetis

Prinsipnya untuk lebih meningkatkan performa mesin mobil bertransmisi otomatis, lakukan secara bertahap dimulai dari melakukan modifikasi pada tahap stage 1 dimana peningkatan powernya masih sekitar 10-15%. Disini yang perlu dilakukan adalah melakukan upgrade kualitas sistem pelumasan dari oli mineral ke full sintetis pada sistem transmisinya, hal ini sudah cukup membantu yang berguna untuk membuat bagian internal transmisi tidak cepat aus.

2.Upgrade Sistem Pendinginan Transmisi

Transmission-block-1

Sistem pendinginannya diganti dengan yang lebih besar, tujuannya untuk mempercepat pembuangan panas pada transmisi dengan begitu dapat memperkuat sistem transmisi otomatis dari kerusakan akibat panas berlebih ketika tenaga mesin sudah meningkat.
“Tapi saat ini teknologi dibeberapa mobil sudah canggih dengan adanya sensor di transmisi, sehingga saat terjadi overheat maka mesin akan otomatis ke posisi safe mode yang otomatis mobil tidak bisa dipacu normal untuk sementara sampai suhu transmisi kembali normal,” terangnya lebih lanjut.

3.Upgrade Body Valve Kit Transmisi

Jika sudah menerapkan modifikasi mesin diatas stage 2 atau tahap yang lebih ekstrim dengan peningkatan tenaga mesin diatas 15% atauh hingga 50%, maka perlu melakukan up-grade bagian body valve kit yang berada didalam transmisi otomatis dengan parts racing aftermarket. Tujuan mengganti bagian tersebut untuk mengurangi gejala slip kopling sehingga loss power dari mesin ke roda pun berkurang.

Transmission-block
“Body valve transmisi otomatis itu fungsinya mengatur perpindahan persneling (gigi), jika tenaga mesin meningkat 50% maka gejala terjadinya kopling slip akan semakin besar, nah kalau sudah upgrade body valve kit pakai produk racing aftermarket gejala slip kopling bisa lebih diminimalkan, karena daya cengkramnya atau tekan ke permukaan kopling jauh lebih kuat,” tambahnya.

Body-Valve-AT

4.Upgrade Torque Converter dan Kopling High Performa

Tahap keempat adalah upgrade bagian torque converter dan juga koplingnya itu sendiri. Langkah ini dilakukan jika modifikasi mesin sudah mencapai stage 3 dengan peningkatan tenaga yang sudah lebih ekstrim diatas 50% .

Torque-Converter
Pastinya setelah upgrade torque converter dan juga koplingnya yang lebih tahan terhadap friksi, maka gejala loss power akibat slip kopling itu jauh semakin berkurang. Daya tahan transmisi otomatis pun akan semakin maksimal sekalipun untuk dipakai berkendara harian.
Otomatis jika tenaga dari mesin tersalurkan dengan baik hingga ke roda, maka laju mobil pun akan semakin optimal, modifikasipun menjadi tidak sia-sia.

5. Percepat Interval Waktu Penggantian Oli Transmisi

Tahap terakhir ini juga menjadi hal yang sangat penting, pasalnya turut menentukan umur transmisi, yaitu percepat interval waktu penggantian oli transmisi dari yang telah ditentukan pabrik,
Pada oli transmisi bisa dicek kondisinya dari warna oli, sebaiknya ganti sebelum warna oli berubah banyak dari awalnya, karena jika sudah berubah banyak bahkan sampai butek itu tandanya sudah ada kotoran ditransmisi sisa gesekan, yang berarti ada keausan komponen didalam.

AT-Shortblock
“Jangan salah kaprah jika di manual book mobil tertulis oli transmisi itu life time itu bukan patokan umur manusia tapi patokan pada umur mesin, dimana kondisi diluar negeri umumnya mereka mematok umur mesin mobil itu 5 sampai 7 tahun, berbeda dengan di Indonesia, mobil bisa dipakai lebih 7 tahun, jadi tidak bisa diikuti maksud dari life time tersebut, oli transmisi tetap harus diganti,” tutupnya.
Thanks To : Sonny – CPNK Motorsport

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *